Skip to main content

S1 Seni Rupa Telkom University

01 Jul Guru TK Tutuka Cimahi Belajar Manfaatkan 3D Pen untuk Kenalkan Geometri pada Anak Usia Dini

Cimahi — Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini terus berkembang. Salah satu inovasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemanfaatan Teknologi 3D Pen dalam Berkarya Seni Rupa Anak Usia Dini untuk Pengenalan Bentuk Geometri di TK Tutuka Cimahi” yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026, di TK Tutuka Cimahi. Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh tim dosen Program Studi S1 Artpreneurship, Telkom University, sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital dan media analog ke dalam pembelajaran seni rupa yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Program pengabdian masyarakat tersebut dipimpin oleh Cucu Retno Yuningsih, S.Sn., M.Pd. sebagai ketua tim, dengan anggota Dr. Ranti Rachmawanti, M.Hum. dan Dr. Ira Wirasari, M.Ds., serta didukung oleh tiga mahasiswa Program Studi S1 Artpreneurship Telkom University. Kegiatan melibatkan seluruh guru dan siswa TK Tutuka Cimahi dalam sesi pelatihan, pendampingan, serta praktik langsung penggunaan teknologi 3D pen sebagai media pembelajaran seni rupa.

Ketua tim pengabdian, Cucu Retno Yuningsih, S.Sn., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Telkom University dalam mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di pendidikan anak usia dini.

“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin menghadirkan inovasi pembelajaran yang mudah diterapkan oleh guru. Teknologi 3D pen tidak hanya menjadi media berkarya seni, tetapi juga dapat membantu anak memahami konsep bentuk geometri secara konkret melalui pengalaman belajar yang menyenangkan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan pelatihan mengenai konsep dasar teknologi 3D pen, prinsip keselamatan penggunaan alat, demonstrasi teknik dasar pembuatan berbagai bentuk geometri, hingga strategi mengintegrasikan media 3D pen ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tematik. Setelah sesi pemaparan materi, guru memperoleh pendampingan secara langsung dalam membuat berbagai bentuk geometri seperti lingkaran, persegi, segitiga, dan bentuk-bentuk lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar di kelas.

Menurut tim pengabdian, penggunaan teknologi 3D pen membuka peluang baru dalam pembelajaran seni rupa karena mampu menghubungkan aktivitas kreatif dengan penguatan konsep matematika dasar. Anak-anak tidak hanya mengenal bentuk melalui gambar dua dimensi, tetapi juga dapat melihat, memegang, dan memahami bentuk tiga dimensi secara langsung melalui proses berkarya.

Anggota tim pengabdian, Dr. Ira Wirasari, M.Ds., mengatakan bahwa integrasi seni dan teknologi menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini.

“Melalui media 3D pen, anak dapat belajar mengenali bentuk, ruang, tekstur, dan struktur secara lebih nyata. Aktivitas ini sekaligus mengembangkan kemampuan motorik halus, pemahaman spasial, kreativitas, serta keberanian bereksplorasi melalui proses berkarya seni,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Ranti Rachmawanti, M.Hum., menilai bahwa pemanfaatan teknologi perlu tetap berpijak pada prinsip pembelajaran anak usia dini.

“Teknologi bukan tujuan utama, melainkan sarana untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Guru tetap berperan sebagai fasilitator yang mengemas aktivitas bermain, bereksplorasi, dan berkreasi sehingga anak memperoleh pengalaman belajar yang utuh,” tuturnya.

Antusiasme juga terlihat dari para guru TK Tutuka Cimahi yang mengikuti setiap sesi pelatihan. Salah seorang guru menyampaikan bahwa penggunaan 3D pen memberikan inspirasi baru dalam mengembangkan media pembelajaran yang lebih menarik.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa teknologi sederhana dapat dimanfaatkan sebagai media belajar yang sangat efektif. Anak-anak terlihat lebih antusias karena mereka dapat melihat proses terbentuknya objek secara langsung. Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dalam pembelajaran di TK,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Program Studi S1 Artpreneurship Telkom University berharap terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran seni berbasis teknologi. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kreativitas anak, tetapi juga pada penguatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan teknologi sederhana ke dalam proses pembelajaran tanpa meninggalkan prinsip pendidikan anak usia dini yang menekankan aspek bermain, eksplorasi, pengalaman langsung, dan pembelajaran yang menyenangkan.

No Comments

Post A Comment